In order to fulfill the basic functions of our service, the user hereby agrees to allow Xiaomi to collect, process and use personal information which shall include but not be limited to written threads, pictures, comments, replies in the Mi Community, and relevant data types listed in Xiaomi's Private Policy. By selecting "Agree", you agree to Xiaomi's Private Policy and Content Policy .
Agree

MIUI General

[ROM] [INFO] Development Options (MIUI / Android)

2018-04-30 05:51:02
28783 18
BERIKUT INI PENJELASAN SINGKAT TENTANG OPSI-OPSI YANG TERDAPAT PADA MENU DEVELEOPMENT OPTIONS SERTA FUNGSI DAN KEGUNAANNYA PADA PONSEL ANDROID/MIUI.


Development Options

Aplikasi Setting pada MIUI/Android berisi menu yang memungkinkan kita mengkonfigurasikan System dalam membuat profil dan men-debug kinerja aplikasi. Misalnya, kita bisa mengaktifkan debugging melalui USB, mengambil laporan bug (log), mengaktifkan masukan visual untuk Tap, mem-flash saat mengupdate rom/firmware, menggunakan GPU untuk rendering grafis 2D, dan banyak lagi.

Catatan : Daftar developer options bisa bervariasi antar Versi MIUI/Android.


Mengaktifkan Developer Options dan Debugging


Gambar 1. Developer Option

Pada Android 4.1 dan versi sebelumnya, menu Developer options sudah tersedia secara default. Sedangkan pada Android 4.2 dan versi setelahnya, kita harus mengaktifkan menu ini dengan cara sebagai berikut:

  • Buka aplikasi Settings.
  • (Hanya di Android 8.0 atau versi yang lebih tinggi) Pilih System.
  • Pilih About phone.
  • Scroll ke bawah dan tap MIUI Version/Build number sebanyak 7 kali.
  • Kembali ke layar sebelumnya untuk menemukan Developer options di dekat bagian bawah atau pada submenu Addititional Settings.

Di bagian atas menu Developer Options, kita bisa mengaktifkan dan menonaktifkan opsi ini (gambar 1). Secara default opsi ini dalam keadaan aktif. Sedangkan pada saat nonaktif, sebagian besar opsi akan dinonaktifkan kecuali opsi yang tidak memerlukan komunikasi antara ponsel dan komputer development yang kita gunakan.
Berikutnya, kita harus melakukan scroll (gulir) ke bawah sedikit dan mengaktifkan USB debugging. Opsi ini memungkinkan Android Studio dan alat SDK yang lain mengenali ponsel saat terhubung melalui USB, sehingga kita bisa menggunakan debugger dan alat lainnya.


Opsi umum

Pada Android 8.0 dan versi yang lebih tinggi, kita bisa tap (ketuk) Quick settings developer tiles untuk menambahkan opsi developer yang dipilih ke panel Quick Settings.
Setelah kita memilih satu atau beberapa kotak (opsi) dari yang tersedia (gambar 2), buka panel Quick Settings dan tap logo pensil untuk masuk ke mode edit. Kemudian, seret kotak (opsi) developer dari panel kotak ke panel Quick settings, dan tap pensil lagi untuk keluar dari mode edit.


Gambar 2. Menambahkan opsi

Opsi umum yang lain diantaranya sebagai berikut:
  • Memory: (Di Android 8.0 dan versi yang lebih tinggi) Menampilkan statistik memori, seperti penggunaan rata-rata memori, kinerja memori, memori total yang tersedia, rata-rata memori yang digunakan, jumlah memori bebas yang tersedia, dan berapa banyak memori yang digunakan aplikasi.
  • Take bug report: Menyalin file log ponsel saat ini untuk dibagikan dengan orang lain. Saat kita mendapatkan notifikasi bahwa laporan bug sudah siap, tap notifikasi untuk membagikannya.
  • System UI demo mode: Mempermudah pengambilan screenshot yang bersih dengan menampilkan bilah notifikasi terkini dan umum dengan tidak menampilkan notifikasi atau peringatan baterai lemah.
  • Enable Demo Mode: Memungkinkan kita mengubah tampilan status bar menggunakan perintah mode demo adb. Atau kita bisa menggunakan Show Demo Mode untuk menyembunyikan notifikasi dan menampilkan status bar terkini.

Catatan : Perintah mode demo adb mungkin tidak berfungsi pada semua ponsel karena tidak diverifikasi selama pengujian sertifikasi Android.

  • Desktop backup password: Menyetel sandi backup sehingga kita bisa menggunakan perintah adb untuk melakukan backup serta mengembalikan aplikasi dan data ponsel dengan perlindungan sandi.
  • Stay awake: Menyetel layar agar selalu hidup setiap kali kita menyambungkan kabel data.
  • Enable Bluetooth Host Controller Interface (HCI) snoop log: Mengambil semua paket Bluetooth HCI dalam file yang tersimpan di /sdcard/btsnoop_hci.log. Kita bisa mengambil paket/filenya, kemudian menggunakan program seperti Wireshark untuk menganalisa dan memecahkan masalah dari informasi log tersebut.


Debugging



Gambar 3. Mengaktifkan opsi debugging

Opsi debugging menyediakan cara untuk mengkonfigurasi debugging pada ponsel, dan untuk membuat komunikasi antara ponsel dengan komputer development yang kita gunakan. Aktifkan USB debugging (gambar 3) sehingga perangkat Android kita bisa berkomunikasi dengan komputer melalui Android Debug Bridge (adb).
Opsi Wait for Debugger tidak tersedia sampai kita menggunakan Select debug app untuk memilih aplikasi yang akan di-debug.
Bila kita mengaktifkan Wait for Debugger, aplikasi yang dipilih akan menunggu debugger ditautkan sebelum berjalan.

Opsi debugging lainnya adalah sebagai berikut:
  • Store logger data persistently on device: Pilih jenis pesan log yang ingin kita simpan secara persisten (berkesinambungan) pada ponsel. Pilihannya adalah off, all, all but radio, atau kernel only.
  • Select mock location app: Gunakan opsi ini untuk memalsukan lokasi GPS ponsel untuk menguji apakah aplikasi yang kita gunakan berperilaku sama di lokasi yang berbeda. Untuk menggunakan opsi ini, download dan instal aplikasi GPS mock location.


Gambar 4. Atribut tampilan

  • Enable view attribute inspection: Menyimpan informasi atribut tampilan di variabel member/bagian  mAttributes dari instance View sehingga bisa digunakan untuk proses debug. Kita bisa mengakses informasi atribut melalui antarmuka pengguna Layout Inspector, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4 (bila ini tidak diaktifkan, item "Attributes" tidak tersedia).

Jaringan


Gambar 5. Select USB Configuration

Opsi jaringan menyediakan cara untuk mengonfigurasi setelan Wi-Fi dan DHCP.
Tap Select USB Configuration untuk menentukan cara komputer mengidentifikasi ponsel. Seperti yang terlihat pada gambar 5, kita bisa mengonfigurasi ponsel untuk pengisian daya saja, untuk mentransfer file (MTP), untuk mentransfer gambar (PTP), untuk menggunakan internet seluler di PC (RNDIS), atau untuk mentransfer file audio atau MIDI.
Tap Bluetooth AVRCP version dan pilih versi profil yang ingin kita gunakan untuk mengendalikan semua peralatan Bluetooth A/V yang aksesnya dimiliki oleh ponsel yang kita gunakan.

Selain itu, untuk menyempurnakan pemutaran audio pada perangkat, tap dan setel opsi berikut:

Bluetooth Audio Codec: Atur kualitas sound (codec) perangkat dengan memilih salah satu codec berikut:
  • SBC: Mentransfer data ke perangkat keluaran audio Bluetooth seperti headphone dan speaker.
  • AAC: Kualitas sound yang lebih baik dari perangkat berkabel daripada MP3 dengan kecepatan bit yang sama.
  • aptX: Sound nirkabel bening di smartphone, speaker, soundbar, headphone, dan tablet berkualitas tinggi.
  • aptX HD: Streaming resolusi tinggi untuk perangkat Bluetooth.
  • LDAC: Menyediakan musik berkualitas tinggi melalui koneksi nirkabel.
  • Enable Optional Codecs dan Disable Optional Codecs: Bila kita sudah menginstal implementasi codec tambahan, gunakan opsi ini untuk mengaktifkan dan menonaktifkannya.

Bluetooth Audio Sample Range: Atur jumlah sampel audio per detik dengan memilih tingkat sampel codec audio. Tingkat sampel yang lebih tinggi menggunakan lebih banyak sumber daya (berimbas ke konsumsi baterai).

Bluetooth Audio Bits Per sample: Tentukan jumlah bit informasi dalam setiap sampel audio. Dengan kecepatan bit yang lebih tinggi, sound-nya berkualitas lebih baik namun file sampelnya berukuran lebih besar.

Bluetooth Audio Channel Mode: Pilih mono atau stereo.

Bluetooth Audio LDAC Codec: Optimalkan sound untuk meningkatkan kualitas audio, menyeimbangkan audio dan kualitas koneksi, meningkatkan kualitas koneksi, atau menggunakan kecepatan bit adaptif untuk menyeimbangkan kualitas audio dan koneksi.

Daftar berikut menjelaskan cara lain untuk mengonfigurasi pengaturan Wi-Fi dan DHCP:
  • Wireless display certification: Mengaktifkan kontrol dan setelan konfigurasi lanjutan untuk sertifikasi Layar Nirkabel sesuai spesifikasi yang ditetapkan dalam Wi-Fi Alliance Wi-Fi Display Specification. Sertifikasi berlaku untuk Android 4.4 (API level 19) dan yang lebih tinggi.
  • Enable Wi-Fi verbose logging: Menaikkan tingkat pencatatan log Wi-Fi untuk setiap jaringan nirkabel (SSID) yang kita hubungkan sesuai dengan kekuatan sinyal relatif yang diterima (RSSI).
  • Aggressive Wi-Fi to cellular handover: Bila sinyal rendah, membuat Wi-Fi lebih efisien dalam menyerahkan koneksi data ke jaringan seluler.


Masukan



Gambar 6. Lokasi Pointer

Aktifkan Show taps untuk menampilkan pointer Tap saat kita menyentuh layar. Lingkaran akan muncul di bawah jari atau stilus dan mengikuti jari saat kita menjelajahi layar. Tap bekerja seperti pointer saat kita Merekam Video pada ponsel.
Aktifkan Pointer Location untuk menunjukkan lokasi pointer (tap) pada layar ponsel dengan garis-bidik. Sebuah bilah muncul di bagian atas layar untuk melacak koordinat garis-bidik (gambar 6). Saat kita memindahkan pointer, koordinat pada bilah akan melacak lokasi garis-bidik dan jalur pointer tergambar di layar.



Drawing


Gambar 7. Konstruksi antarmuka pengguna

Opsi Drawing memberikan isyarat visual tentang antarmuka pengguna aplikasi dan cara pengoperasiannya.
Aktifkan Show Layout Bounds untuk menunjukkan garis batas kliping, margin, dan konstruksi antarmuka pengguna aplikasi yang lain pada ponsel, seperti yang ditunjukkan pada gambar 7.
Opsi Drawing lainnya meliputi:
  • Force RTL layout direction: Memaksa arah layout layar dari kanan ke kiri (RTL) atau dari kiri ke kanan (default).
  • Window animation scale: Mengatur kecepatan pemutaran animasi jendela sehingga kita bisa memeriksa kinerjanya pada kecepatan yang berbeda. Skala yang lebih kecil menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi.
  • Transition animation scale: Mengatur kecepatan pemutaran animasi transisi sehingga kita bisa memeriksa kinerjanya pada kecepatan yang berbeda. Skala yang lebih kecil menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi.
  • Simulate secondary displays: Membuat tampilan sekunder sebagai hamparan pada layar ponsel. Hal ini berguna ketika mendukung tampilan tambahan dengan Presentation API.


Rendering yang dipercepat hardware


Gambar 8. Ruang warna Deuteranomaly

Opsi rendering yang dipercepat hardware memberikan cara untuk mengoptimalkan aplikasi yang kita gunakan bagi platform hardware targetnya dengan memanfaatkan opsi berbasis hardware seperti GPU, layer hardware, dan multisample anti-aliasing (MSAA).

Tap Simulate color space untuk mengubah skema warna seluruh UI ponsel. Opsinya mengacu pada jenis kebutaan warna. Pilihannya adalah Disabled (tidak ada skema warna yang disimulasikan), Monochromacy (hitam, putih, dan abu-abu), Deuteranomaly (merah-hijau), Protanomaly (merah-hijau), dan Tritanomaly (biru-kuning). Protanomaly mengacu pada kebutaan warna merah-hijau dengan kelemahan pada warna merah, dan Deuteranomaly (terlihat pada gambar 8) mengacu pada kebutaan warna merah-hijau dengan kelemahan warna hijau.

Catatan : Bila kita mengambil screenshot di ruang warna yang disimulasikan, warnanya tampak normal, seolah kita tidak mengubah skema warnanya.

Beberapa cara lain untuk memanfaatkan opsi berbasis hardware adalah sebagai berikut:
  • Set GPU renderer: Mengubah default mesin grafis Open GL dengan mesin grafis Open GL Skia.
  • Force GPU rendering: Memaksa aplikasi agar menggunakan GPU untuk drawing 2D, bila secara default ditulis tanpa rendering GPU.
  • Show GPU view updates: Menampilkan setiap elemen pada layar yang digambar dengan GPU.
  • Debug GPU overdraw: Menampilkan coding warna pada ponsel sehingga kita bisa memvisualisasikan berapa kali piksel yang sama telah digambar dalam bingkai yang sama. Visualisasi menunjukkan di mana aplikasi mungkin melakukan lebih banyak rendering daripada yang diperlukan.
  • Debug non-rectangular clip operations: Menonaktifkan area kliping di kanvas untuk membuat area kanvas yang tidak biasa (non-persegi). Biasanya, area kliping mencegah drawing apa pun di luar batas area kliping.
  • Force 4x MSAA: Mengaktifkan multisample anti-aliasing (MSAA) di aplikasi Open GL ES 2.0.
  • Disable HW overlays: Menggunakan hamparan hardware memungkinkan setiap aplikasi yang menampilkan sesuatu pada layar untuk menggunakan daya pemrosesan yang lebih hemat. Tanpa hamparan, aplikasi akan berbagi memori video dan harus selalu memeriksa bentrokan dan kliping untuk merender gambar yang tepat. Pemeriksaan ini menggunakan banyak daya pemrosesan.


Media


Gambar 9. Bilah Representasi

Aktifkan Disable USB audio routing untuk menonaktifkan perutean otomatis ke perangkat audio eksternal yang terhubung ke komputer melalui port USB. Perutean otomatis bisa mengganggu aplikasi yang sedang terkoneksi pada USB.


Pemantauan

Opsi pemantauan memberikan informasi visual tentang kinerja aplikasi, seperti operasi GPU dan informasi/perintah sebelumnya.Tap Profile GPU Rendering kemudian On screen as bars untuk menampilkan profil rendering GPU sebagai bilah (gambar 9).


Aplikasi


Gambar 10. Menetapkan batas proses

Opsi Aplikasi membantu kita memahami bagaimana aplikasi beroperasi pada ponsel.
Tap Background process limit untuk menetapkan jumlah proses yang bisa berjalan di latar belakang pada satu waktu. Setelan yang bisa dipilih ditunjukkan pada gambar 10.
Tap Reset ShortcutManager rate-limiting selama pengujian sehingga aplikasi latar belakang bisa terus memanggil API pintasan sampai batas kapasitas tercapai lagi.

Aktifkan Don't keep activities untuk meningkatkan masa pakai baterai dengan menutup setiap aktivitas segera setelah pengguna meninggalkan tampilan utama aktivitas.


ITU DULU PENJELASAN SINGKATNYA DARI OPSI PENGEMBANG PADA PONSEL ANDROID SECARA UMUM. SEDANGKAN BEBERAPA OPSI TAMBAHAN YANG HANYA ADA PADA MIUI SECARA SPESIFIK AKAN KITA LANJUTKAN DILAIN WAKTU, DI KAPLING DAN SUBFORUM YANG SAMA...

EDIT : (3 MEI 2018)
ARTIKEL LANJUTAN TENTANG DEVELOPMENT OPTIONS MIUI

Semoga bermanfaat.
Demikian dan Terima Kasih..


Sumber : Google Android Studio




2018-04-30 05:51:02
Favorites28 RateRate

Master Bunny

dbz danar | from Redmi Note 4

#1

mantap seperti biasa bosku ini, trit panjang dengan penjelasan dan gambar yang representatif. lanjutgan !!!
2018-04-30 06:44:14

Master Bunny

Fma | from Redmi 4

#2

translate kah ? atau bhs sendiri ?
2018-04-30 07:11:53

Master Bunny

Xiaomiakunku Author | from Redmi Note 4

#3

dbz danar
mantap seperti biasa bosku ini, trit panjang dengan penjelasan dan gambar yang representatif. lanjut ...

Ga sengaja ngethread gan...:).. Kirain bisa pake Mi Comm app, taunya hasilnya blepotan.... Akhir kata 'terpaksa' benerin lagi pake Opera (yg ga kalah repotnya).... Hihi... :)
2018-04-30 08:08:04

Master Bunny

Xiaomiakunku Author | from Redmi Note 4

#4

Fma
translate kah ? atau bhs sendiri ?

Campur2 bosku... :)
2018-04-30 08:08:38

SATPAM

milisdad | from MI 5

#5

kalo sumber berupa link ada?
2018-04-30 08:47:57
Dedy selalu Milisdad
Kolom #SecFor: https://c.mi.com/column/61

Master Bunny

Fma | from Redmi 4

#7

Xiaomiakunku
Campur2 bosku... :)

nope.. nope..
2018-04-30 09:29:36

Semi Pro Bunny

satrio yoga pratomo | from Redmi Note 4

#8

ini dia, bookmark dulu. selama ini taunya ngoprek2 ngikutin apa yang ada tp ga tau itu fungsifungsinya apa. mantap
2018-04-30 09:38:20

Master Bunny

Xiaomiakunku Author | from Redmi Note 4

#9

Fma
nope.. nope..

Yup.. yup...  :)
2018-04-30 10:07:50

Master Bunny

Kang Ef | from app

#10

Mantep nih thread
2018-04-30 10:11:32
please sign in to reply.
Sign In Sign Up

Xiaomiakunku

Master Bunny

  • Followers

    124

  • Threads

    38

  • Replies

    981

  • Points

    9390

Check-in 3 jours
Check-in 7 jours
Check-in 21 jours
Check-in 40 jours
Check-in 70 jours
Newbie Member
Throw Back with Mi 2018

Read moreGet new
Copyright©2016-2019 Xiaomi.com, All Rights Reserved
Content Policy
Quick Reply To Top Return to the list