Youtube pada dasarnya merupakan aplikasi pembagi video yg dikembangkan 3 orang ITstartupmania dari California.. Aplikasi pembagi video tersebut memiliki serangkaian perkembangan yg tampaknya mengikuti kebutuhan massal. Adanya teknologi VR atau virtual Reality berupa teropong tabung yg menutupi 2 mata sehingga pengguna dpt menonton sambil aktif berpartisipasi dlm video adalah salah satunya.
Pengguna video dalam memanfaatkan VR memandang layar gawai/layar VR dlm tabung 2 mata dlm jarak dekat (10-20 cm) karena itu pula dibutuhkan 2 buah gambar yg kembar untuk kedua mata. Dua buah gambar kembar tersebut apabila dilihat dalam jarak VR maka kedua mata kita akan auto lihat sebagai satu gambar. Fenomena penglihatan ini sudah umum dikenal sebagai penglihatan binokular tunggal.

Setting pada Youtube tadi menunjukkan pilihan Watch in VR.

Gambar tadi merupakan gambar kembar yg responsif terhadap kemiringan gerak gawai kita selama menonton. Apabila gawai kita miringkan ke kanan maka gambar kembar tsb akan miring kanan sesuai arah saat menonton.

Tap to center tge image juga tersedia untuk pengguna gawai yg ingin mempaskan posisi gambar di tengah tengah aksis visual. Dgn tap teesebut maka gambar kembar akan tepat berada di tengah layar gawai. Aksis visual manusia akan mentransmisikan objek yg dilihat dari gawai melalui kornea pupil dan lensa lalu tepat ke retina untuk kemudian gambar yg kembar akan dipersepsikan di otak menjadi satu gambar tunggal.

Anehnya menu pause pada Youtube juga masih aktif. Layar masih bisa disentuh saat layar begitu dekat dgn kedua mata. Sedangkan VR yg berbentuk teropong tabung sudah memiliki tombol pada permukaan luarnya (bukan pada layar).

Kemahiran teknologi ini didapatkan dari pemahaman proses melihat dan fenomena penglihatan tunggal. Otak anda yg memproses semuanya  dgn detail sehingga  semua teknologi ini bisa kita manfaatkan. Bila merasa teknologi ini kurang bermanfaat, rental saja mungkin ya all.