Sejauh ini, perangkat lunak dari berbagai gawai canggih seperti Xiaomi® sudah mampu menyatukan komunitas baru di Seluruh Indonesia. Perangkat lunak dengan basis komunitas dengan menciptakan akun ini tidak hanya akan berhenti di sini. Para perajin perangkat lunak baru baru lainnya yg masih penuh ide akan bergerak menghasilkan perangkat lunak lainnya yg mungkin sudah tidak terpikirkan para perajin teknologi perangkat lunak yg sudah sukses saat ini.

Xiaomi® juga telah mengembangkan perangkat lunak. Perangkat lunak adalah suatu kode informasi numerik yg dibuat manual oleh seorang developer program, yang berguna untuk mengontrol kerja suatu perangkat keras. Singkat kata, perangkat lunak mengkodenya, perangkat keras mengerjakannya. Kode numerik ini murni hanya menggunakan angka, serta kode ini memiliki kekhususan spesifik untuk setiap fungsi yg bisa diterjemahkan sebagai fungsi perangkat lunak tersebut.


Dari web, tercatat akhir tahun lalu Indonesia dengan populasi 266 juta manusia, 143 jutanya menggunakan internet. Jumlah ini dihitung dari IP address yang mungkin saja berarti 2-3 IP address adalah dari pengguna yang sama.

Berbeda dengan di negara lain seperti Korea Utara dan India, data menunjukkan pengguna internet di negara mereka kurang dari 50% jumlah warganya.


Kegunaan internet dan software/perangkat lunak yang utama adalah memangkas jarak. Dengan perangkat lunak, perusahaan dapat mengurangi antrean, waktu tunggu, dapat meneliti jumlah layanan dari data perangkat lunak, bahkan apabila Rumah Sakit menggunakannya, akan membantu penelitian medis dengan data besar populasi penyakit tertentu.

Tetapi kenyataannya kota berbasis perangkat lunak masih impian semata. Sampai saat ini belum ada kerjasama besar antara pihak pemberi layanan dengan teknologi DALAM JANGKA PANJANG. Maksudnya adalah banyak diantara yg terjadi hanya kerjasama singkat sampai rasa puas atas bisa berjalannya perangkat lunak. Data besar numerik yg telah diketik, jarang diulas untuk kemudian ekstrak datanya untuk kepentingan setelahnya. Padahal di negara Timur lainnya setiap perangkat lunak yg operasional, diulas, diambil datanya melalui prosedur yg mudah, cukup mengandalkan instruksi tertulis kepada maintenance perangkat.


Korea Selatan bisa dibilang sebagai kota berbasis perangkat lunak dari data tersebut. 47 juta dari 51 juta populasi adalah pengguna internet. Memang terdapat dampak negatif, tetapi bila perangkat lunak seperti Xiaomi® weather forecast yg berkembang bersama AccuWeather®, Antivirus Mi® dengan kapasitas cleaning dan scanning yg terus berkembang, bukan tidak mungkin internet akan menjadi tempat yg aman untuk seluruh pengguna. Andaikata Operating Sistem setiap perangkat juga terus memberikan info akurat mengenai kompatibilitas koneksinya untuk tiap negara, internet akan jadi sumber referensi berikutnya dan menciptakan kota berbasis perangkat lunak. Saat ini, semua masih cuma impian.



Beberapa perangkat lunak Xiaomi® yg berbasis internet dan mudah, meski masih belum berkembang maksimal penggunaannya di fase berikutnya karena masih merupakan data yang berganti setiap hari atau bulannya dari  pengaruh UI update. Mungkinkah gawai Xiaomi® akan mampu menyediakan perangkat lunak pendeteksi populasi yang membantu pendataan besar di bidang kesehatan, pengobatan, bencana (gempa), serta bidang lainnya? Ataukah keduluan sama perusahaan lain?